BAB Pembuka: Buku Obat Anti Korupsi
Pembuka Seorang sopir metro mini jurusan Tanah Abang bernama Amran selalu menampakkan wajah geramnya setiap kali melewati jalan Protokol. Sambil telunjuknya menuding-nuding ke sebuah gedung yang merupakan kantor sebuah departemen pemerintah. “Di sana itu mas, sarang korupsi itu. Di sono no ..!” dengan mulutnya monyong menunjuk ke seberang jalan. Saya melongok ke arah yang diisyaratkan, dan saya hanya bisa mengangguk dan tersenyum. Memang beberapa minggu ini media menyorot kasus korupsi yang memalukan di departemen tersebut. Korupsi besar-besaran yang melibatkan beberapa pejabat eselon satu dengan jumlah uang yang tidak tanggung-tanggung banyaknya. Tapi bukan kasus korupsi ini yang ingin saya sampaikan pada pembaca. Yang membuat saya takjub adalah melek politik seorang sopir seperti bapak Amran ini. Dia tidak hanya tahu, tapi juga peduli dan bahkan menunjukkan sikap tak senangnya terhadap korupsi. Saya pikir kasus-kasus korupsi seperti ini hanya menjadi kepedulian orang-orang inte...