Postingan

Ideologisasi Pemilih

Gambar
IDEOLOGISASI  PEMILIH Oleh Taufiqurrahman Ketua KPU Sijunjung Apa yang menarik dari pilkada serentak tahun 2017 yang baru saja selesai dilaksanakan? Adalah proses ideologisasi pemilih dalam berbagai isu yang berkembang di masyarakat, khususnya untuk pilkada DKI yang banyak menyedot perhatian. Ideologisasi pemilih adalah salah satu pembahasan yang menarik dalam evaluasi partisipasi pemilih pada pilkada 2015, dimana menurunnya partisipasi pemilih di beberapa kabupaten/kota di Sumatera Barat yang secara keseluruhan disinyalir salah satu faktornya adalah pemilih yang tidak ideologis. Sebelum membahas lebih lanjut, pemahaman tentang ideologisasi pemilih ini perlu kita bedakan maknanya dengan “Politik Ideologis” di era Orde Baru. Politik Ideologis adalah politik aliran, dimana partai-partai peserta pemilu beserta pendukungnya tersegmentasi dalam ideologi-ideologi yang sudah mapan, seperti Islam, Nasionalis, dan Kekaryaan. Politik ideologi ini kemudian memperkuat diri dan ident...
Gambar
PEMILIH DALAM KEPUNGAN HOAX Oleh Taufiqurrahman Ketua KPU Sijunjung Informasi adalah salah satu faktor yang memengaruhi pilhan pemilih, selain faktor ideologis, geologis dan geneologis. Bagaimana jadinya jika pemilih mendapatkan informasi yang tidak benar, tidak utuh, atau tidak sesuai dengan kenyataannya? Inilah problem di ranah pemilihan sekarang, informasi hoax yang kebenarannya tidak bisa dipertanggungjawabakan sudah ambil bagian dalam arena berpemilu di Indonesia. Hoax bukanlah hal baru yang dihadapi masyarakat dalam berpemilu, yang paling dahsyat terasa sejak pemilihan presiden dan wakil presiden langsung tahun 2014, informasi bersileweran tanpa tahu sumber datanya, dan siapa yang bertanggungjawab. Semua orang bisa memproduksi informasi dan mendistribusikannya dalam waktu singkat. Sebuah peristiwa yang sama bisa diolah dengan perspektif yang sangat berbeda dan bahkan bertolak belakang sama sekali. Informasi hoax ini seperti serangan bertubi-tubi yang menghantam sisi ko...
DEKONSTRUKSI DAN REKONSTRUKSI By taufiqqurrahman Melanjutkan status yang kemaren, saya teringat ketika kuliah filsafat Islam beberapa tahun yang lalu di IAIN Sunan Kalijaga, membahas pemikiran Mohammed Arkoun tenteng Rethingking of Islam . Betapa sulitnya saya mencerna dan mengambil benang merah ketika membaca buku Arkoun ini, tapi Dr. Amin Abdullah menjelaskannya dengan sangat mudah kepada kami, hanya dengan menarik panah segitiga di papan tulis, inti pemikiran Arkoun menjadi terang benderang di kepala saya. Apa yang dimaksud Arkoun tentang tafsir bolak balik, yakni dengan memahami isi teks, memahami latar belakang (konteks) ketika teks ini dilahirkan, kemudian membawakannya dalam pemahaman (konteks) kekinian. Itulah dekonstruksi. Dekonstruksi terhadap teks. Begitulah penafsiran Al-Qur’an ala Arkoun yang banyak dipengaruhi oleh pemikiran Derrida.  Al Qur’an harus ditafsir ulang, tafsir-tafsir lama yang sudah berkarat harus dibongkar, pemahaman tunggal tidak relevan lagi. ...

Kolom Ringan

POLITISASI By taufiqurrahman   Setelah membaca status seorang kawan beberapa hari yang lalu, saya jadi tertarik untuk menulis tentang politisasi yang selama ini menjadi bagian yang hampir-hampir tak terelakkan dalam kehidupan kita sekarang. Saya mencoba search di kamus besar bahasa Indonesia tentang arti sebenarnya dari politisasi. Politisasi disebutkan sebagai hal membuat keadaan (perbuatan, gagasan, dan sebagainya) bersifat politis (Sumber: KBBI). Jadi segala hal yang bersifat politis, atau diarahkan ke arah politis, maka biasa disebut politisasi. Sedangkan istilah “dipolitisir” yang juga sering kita dengar, dianggap sama maknanya dengan politisasi. Masih segar dalam ingatan kita ketika dulu tim garuda masuk final piala Asia. Semua media mengeksposenya, dan semua dukungan mengalir untuk tim sepak bola kesayangan kita ini. Namun di tengah gegap gempitanya dukungan, ada pimpinan parpol yang mengundang mereka untuk makan bersama, berdoa bersama menjelang pertandinga...

BAB PENUTUP: BUKU OBAT ANTI KORUPSI

Gambar
BAB Penutup Dalam sebuah Pelatihan Kepribadian yang kami adakan, ada praktek simulasi tentang kemampuan peserta mendeskripsikan kebutuhannya dalam waktu dan keadaan tertentu. Kecepatan dan ketepatan dalam mengambil keputusan adalah barometer untuk menentukan tingkat kemampuan mereka dalam hal ini. Ada setumpuk benda-benda di hadapan peserta dan mereka akan memilih benda-benda itu sesuai dengan instruksi/perintah yang diberikan oleh instruktur. Instruksi pertama adalah peserta pergi ke bulan. Kemudian mereka berlomba mencari alat-alat yang ada yang mereka persepsikan sebagai alat untuk berada di bulan. Ada yang mengambil helm, ada yang  mengambil tabung gas, ada yang  mengambil tali. Semua mereka menjelaskan mengapa mereka memilih alat-alat itu dan mereka mempersepsikannya. Helm adalah pakaian orang di bulan yang tertutup. Tabung gas adalah tabung oksigen untuk pernapasan karena di bulan tidak ada oksigen. Yang mengambil tali mempersepsikan kalau di bulan tidak ada gravi...

BAB IX: BUKU OBAT ANTI KORUPSI

Gambar
BAB IX Salah satu kiat penting untuk menjauhkan diri dari tindakan korupsi adalah “jangan pernah berniat untuk korupsi.” Sebab sesuatu yang sudah diniatkan sejak awal akan berpeluang untuk diteruskan dan diwujudkan dalam sebuah tindakan  nyata. Adakah orang yang berniat melakukan korupsi? Secara terang-terangan mungkin tidak, tapi tanpa disadari banyak orang berniat korupsi, diam-diam, bahkan juga telah merencanakannya sejak dini, sejak masih sekolah atau menjadi mahasisiwa, atau saat mulai mencari kerja menawarkan ijazah. Seperti apa bentuknya? . Saya teringat seorang teman sekolah saya yang sama-sama bermimpi untuk bisa kuliah dan bekerja dengan gaji yang tinggi. Tapi teman ini mimpinya sedikit berbeda, dia lebih pragmatis dan realistis. Dia tidak memikirkan soal minat, bakat dan kemampuan dalam menentukan pilihannya. Baginya yang penting prospek ke depan, dan prospek ini diperjelas lagi dengan lahan pekerjaan. Ia inginkan pekerjaan yang “basah” banyak proyeknya, banyak du...

BAB VIII: BUKU OBAT ANTI KORUPSI

Gambar
BAB VIII Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Adi Umairah Al-Kindi disampaikan. Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: ”Barang siapa di antara kamu kami angkat menjadi seorang pejabat, lalu dia menyembunyikan sebuah jarum, atau lebih kecil dari itu kepada kami, maka perbuatan itu tergolong dalam perbuatan korupsi, dan pada hari kiamat nanti dia akan membawa barang itu,… ( 6:12 Shahih Muslim ). Sebagai sebuah tindakan, korupsi pasti mempunyai awalan hingga orang sampai mengambil pilihan untuk melakukannya. Tidak mungkin ujug-ujug seseorang jadi koruptor tanpa sebelumnya pernah bersentuhan dengan hal-hal yang berbau korupsi. Artinya ada langkah-langkah yang secara sadar ataupun tidak telah membawanya sampai pada perbuatan tersebut. Awalnya mungkin dari korupsi kecil-kecil yang tidak dianggap sebagai perbuatan korupsi. Dari hal yang sepele, misalnya mencuri arus listrik, menggunakan telpon kantor untuk kepentingan pribadi. Bagi seorang karyawan misalnya, bolos kerja tapi ...